Dipasok dari Gayo, PT PEMA Mulai Trading Kopi Perdananya

BENER MERIAH – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen Kopi terbesar di dunia. Laporan 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton pada 2022, meningkat sekitar 1,1% dibandingkan 2021.

PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) melakukan trial trading kopi untuk pertama kalinya melalui PEMA – JRG KSO dengan produk utamanya Kopi Arabika pada Minggu, 2/10/2023 di Bener Meriah, Aceh.

Pengiriman perdana ini PEMA – JRG KSO berhasil mengirimkan 2,3 ton jenis Kopi Asalan dengan tujuan pengiriman ke beberapa daerah yang ada di Aceh. Rencananya PEMA – JRG KSO akan mengirimkankan lagi setelah kuota pengiriman terpenuhi, hal ini sangat bergantung pada kondisi alam dan ketersediaan Kopi di Petani.

PEMA – JRG KSO adalah Kerja Sama Operasi antara PT PEMA dengan Koperasi Jingki Roda Gayo berbasis penjualan Kopi Arabika.. Kopi sendiri saat ini menjadi komoditas paling terkenal di dunia, terlebih Kopi Gayo, dimana setiap tahunnya, telah diekspor ke 17 negara yang ada di Eropa dan Amerika.

Dirut PT PEMA, Ali Mulyagusdin berharap dengan adanya kerja sama ini dapat membackup usaha petani kopi, dan dari perdagangan tersebut diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Aceh (PAA).

“Kami berharap PEMA tidak hanya menjadi penggerak ekonomi Aceh, tetapi juga menjadi model perusahaan daerah yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan”

Kabar Terbaru

Informasi Lainnya

Dorong Profesionalisme Jurnalis, Dirut PEMA Jadi Narsum UKW PWI Aceh

Pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, tersbut, Faisal berkesempatan menjadi narasumber pada salah satu ujian atau tes yang diikuti oleh 18 anggota PWI Aceh angkatan XIX dengan klasifikasi peserta UKW tingkat muda dan madya.